Oleh : Indra Yusuf
Data Buku
Judul : Akankah Indonesia Tenggelam Akibat Pemanasan Global ?
Penulis : Gatut Susanta dan Hari Sutjahjo
Penerbit : Penebar Plus
Cetakan : I Tahun 2008 Tebal : 89 halaman
Pemahaman masyarakat luas terhadap fenomena global warming (pemanasan global) masih jauh dari apa yang diharapkan. Ini dibuktikan oleh masih rendahnya kepedulian masyarakat terhadap upaya- upaya yang sekiranya dapat mencegah terjadinya global warming. Masyarakat masih menganggap global warming sebagai fenomena global yang hanya dapat diatasi dengan tindakan-tindakan yang berskala besar dan global saja. Sedangkan apa yang kita lakukan baik yang bersifat pencegahan ataupun justru yang turut menimbulkan gejala global warming tidak akan berpengaruh apa-apa. Mereka pun belum sepenuhnya menyadari bahwa penyebab timbulnya global warming adalah kita semua dengan pola konsumsi dan gaya hidup yang tidak ramah terhadap lingkungan. Dalam awal bab-nya penulis menguraikan seputar pemahaman tentang global warming. Dijelaskannya bahwa global warming merupakan peristiwa meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan dibumi akibat peningkatan jumlah GRK (Gas Rumah Kaca) diatmosfer. GRK sendiri merupakan gas hasil dari proses pembakaran fosil, seperti batu bara, minyak bumi (yang diolah menjadi bensin, minyak tanah, avtur dan pelumas atau oli) dan gas alam dalam rangka menunjang aktivitas manusia. Ada enam senyawa GRK yang disepakati dalam Protokol Kyoto yakni, karbon dioksida, metana, nitrooksida, chloro-fluoro-carbon, hidro-fluoro-carbon dan sulfir heksafluorida. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup sebagian besar pencemaran udara di kota-kota besar di Indonesia berasal dari asap kendaraan bermotor.
Bagian tengah buku ini memaparkan beberapa dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya global warming dan pengaruh langsungnya di Indoensia. Beberapa dampak yang uraian adalah mulai dari pengaruh terhadap pertanian, peternakan hingga pada masalah kesehatan manusia. Di Indonesia sendiri gejala-gejala yang membuktikan bahwa telah terjadi global warming adalah : pergantian musim yang tidak bisa diprediksi, sering terjadi angin puting beliung, hujan badai sering terjadi dimana-mana, banjir dan kekeringan yang terjadi pada waktu bersamaan.
Buku ini sangat penting untuk di jadikan bahan bacaan pagi para pemula yang ingin memahami konsep dasar pemanasan global. Karena buku ini memberikan pemahaman global warming dengan gaya penuturan yang sederhana dan praktis. Pesan yang terkandung didalamnya dapat ditangkap oleh semua lapisan pembaca baik yang awam maupun yang memahami keilmuannya. Selain itu pada akhir buku ini juga disertakan penjelasan tentang istilah-istilah lingkungan hidup. Sehingga buku ini dapat menjadi penggugah bagi kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kebiasaan menjaga lingkungan dalam aktivitas sehari-harinya. Menyikapi fenomena global warming setidaknya kita harus berpegang pada prinsip 3 R, yakni Reduce, Reuse dan Recycle ( kurangi, gunakan kembali dan daur ulang).
Dalam bagian akhir buku ini dijelaskan beberapa studi kasus kota-kota di Indonesia dalam melakukan upaya pencegahan terjadinya global warming. Upaya-upaya yang dilakukannya tentu dengan mengurangi emisi gas rumah kaca. Beberapa kota yang telah memiliki komitemen dalam pencegahan global warming diantaranya adalah Bogor, Balikpapan, Surabaya dan Yogyakarta.
Kota Cirebon sebagai kota yang mengalami perkembangan pesat menuju kota metropolis, sudah sepatutnya pemerintah daerah dapat mencontoh kota-kota lain yang telah berkomitmen untuk ikut aktif mencegah timbulnya dampak global warming. Demikian juga dengan masyarakatnya, yang diharapkan mampu berprilaku dan bergaya hidup yang ramah lingkungan. Karena sesungguhnya peran sekecil apapun dalam menanggulangi global warming akan bermanfaat bagi generasi mendatang, yakni bagi anak cucu kita. ***
Data Buku
Judul : Akankah Indonesia Tenggelam Akibat Pemanasan Global ?
Penulis : Gatut Susanta dan Hari Sutjahjo
Penerbit : Penebar Plus
Cetakan : I Tahun 2008 Tebal : 89 halaman
Pemahaman masyarakat luas terhadap fenomena global warming (pemanasan global) masih jauh dari apa yang diharapkan. Ini dibuktikan oleh masih rendahnya kepedulian masyarakat terhadap upaya- upaya yang sekiranya dapat mencegah terjadinya global warming. Masyarakat masih menganggap global warming sebagai fenomena global yang hanya dapat diatasi dengan tindakan-tindakan yang berskala besar dan global saja. Sedangkan apa yang kita lakukan baik yang bersifat pencegahan ataupun justru yang turut menimbulkan gejala global warming tidak akan berpengaruh apa-apa. Mereka pun belum sepenuhnya menyadari bahwa penyebab timbulnya global warming adalah kita semua dengan pola konsumsi dan gaya hidup yang tidak ramah terhadap lingkungan. Dalam awal bab-nya penulis menguraikan seputar pemahaman tentang global warming. Dijelaskannya bahwa global warming merupakan peristiwa meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut dan daratan dibumi akibat peningkatan jumlah GRK (Gas Rumah Kaca) diatmosfer. GRK sendiri merupakan gas hasil dari proses pembakaran fosil, seperti batu bara, minyak bumi (yang diolah menjadi bensin, minyak tanah, avtur dan pelumas atau oli) dan gas alam dalam rangka menunjang aktivitas manusia. Ada enam senyawa GRK yang disepakati dalam Protokol Kyoto yakni, karbon dioksida, metana, nitrooksida, chloro-fluoro-carbon, hidro-fluoro-carbon dan sulfir heksafluorida. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup sebagian besar pencemaran udara di kota-kota besar di Indonesia berasal dari asap kendaraan bermotor.
Bagian tengah buku ini memaparkan beberapa dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya global warming dan pengaruh langsungnya di Indoensia. Beberapa dampak yang uraian adalah mulai dari pengaruh terhadap pertanian, peternakan hingga pada masalah kesehatan manusia. Di Indonesia sendiri gejala-gejala yang membuktikan bahwa telah terjadi global warming adalah : pergantian musim yang tidak bisa diprediksi, sering terjadi angin puting beliung, hujan badai sering terjadi dimana-mana, banjir dan kekeringan yang terjadi pada waktu bersamaan.
Buku ini sangat penting untuk di jadikan bahan bacaan pagi para pemula yang ingin memahami konsep dasar pemanasan global. Karena buku ini memberikan pemahaman global warming dengan gaya penuturan yang sederhana dan praktis. Pesan yang terkandung didalamnya dapat ditangkap oleh semua lapisan pembaca baik yang awam maupun yang memahami keilmuannya. Selain itu pada akhir buku ini juga disertakan penjelasan tentang istilah-istilah lingkungan hidup. Sehingga buku ini dapat menjadi penggugah bagi kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kebiasaan menjaga lingkungan dalam aktivitas sehari-harinya. Menyikapi fenomena global warming setidaknya kita harus berpegang pada prinsip 3 R, yakni Reduce, Reuse dan Recycle ( kurangi, gunakan kembali dan daur ulang).
Dalam bagian akhir buku ini dijelaskan beberapa studi kasus kota-kota di Indonesia dalam melakukan upaya pencegahan terjadinya global warming. Upaya-upaya yang dilakukannya tentu dengan mengurangi emisi gas rumah kaca. Beberapa kota yang telah memiliki komitemen dalam pencegahan global warming diantaranya adalah Bogor, Balikpapan, Surabaya dan Yogyakarta.
Kota Cirebon sebagai kota yang mengalami perkembangan pesat menuju kota metropolis, sudah sepatutnya pemerintah daerah dapat mencontoh kota-kota lain yang telah berkomitmen untuk ikut aktif mencegah timbulnya dampak global warming. Demikian juga dengan masyarakatnya, yang diharapkan mampu berprilaku dan bergaya hidup yang ramah lingkungan. Karena sesungguhnya peran sekecil apapun dalam menanggulangi global warming akan bermanfaat bagi generasi mendatang, yakni bagi anak cucu kita. ***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar